LOADING0
Dana Pensiun Angkasa Pura II
Dana Pensiun Angkasa Pura II
February 13, 2013
1639 Views

Dana Pensiun Angkasa Pura II, atau yang disingkat DAPENDA, merupakan sebuah lembaga keuangan dana pensiun yang mengelola Program Pensiun Manfaat Pasti.

DAPENDA pada awalnya adalah sebuah yayasan dengan nama Yayasan Dana Pensiun Bersama Angkasa Pura, atau disingkat YDPBAP, yang didirikan oleh PT Angkasa Pura I (Persero) dan PT Angkasa Pura II (Persero) di Jakarta pada tanggal 29 Oktober 1988.

DindingDAPENDA

Pada tanggal 6 Oktober 1998, yayasan ini dilikuidasi dan pengembalian dana kelolaan diserahkan kepada PT Angkasa Pura I (Persero) dengan mendirikan Dana Pensiun Angkasa Pura I atau DAPENRA, dan PT Angkasa Pura II (Persero) dengan mendirikan Dana Pensiun Angkasa Pura II yang pada saat itu disingkat DPAP II.

DPAP II disahkan pendiriannya oleh Menteri Keuangan Republik Indonesia pada tanggal 15 November 1999, dengan modal awal sebesar Rp 124,7 milyar, dimana pada saat itu DPAP II memiliki jumlah peserta program pensiun sebanyak 4.265 orang, dengan Peserta Purnabhakti sebanyak 488 orang, serta pembayaran Manfaat Pensiun sebesar Rp 3,9 milyar.

Kemudian pada tanggal 24 Agustus 2005, untuk meningkatkan value of the firm guna lebih profesional dan amanah dalam mengelola Dana Pensiun Angkasa Pura II, DPAP II berganti akronim menjadi DAPENDA yang diikuti dengan logo baru.

DAPENDA berkewajiban mengelola dana sesuai ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku, melaporkan kegiatan pengelolaan kepada Pendiri melalui Dewan Pengawas dan Regulator, serta melaporkan ringkasan pengelolaan, laporan keuangan, investasi dan kepesertaan setiap tahun kepada Peserta (Aktif dan Purnabhakti).

Kepesertaan

Peserta Aktif DAPENDA adalah seluruh Karyawan PT Angkasa Pura II (Persero) yang diangkat sebagai Karyawan Perusahaan sebelum tanggal 1 Januari 2009, dengan demikian sejak tanggal 1 Januari 2009, Peserta Aktif tidak bertambah dan akan mengalami pengurangan jumlah Peserta Aktif, dimana pada tahun 2046 seluruh Peserta Aktif akan memasuki masa Purnabhakti serta diperkirakan pada tahun 2069 seluruh penerima Manfaat Pensiun akan berakhir (misi DAPENDA berakhir).

Setiap Peserta Aktif wajib membayar iuran sebesar 5% dari Penghasilan Dasar Pensiun (PhDP) yang dipotong langsung dari gaji per bulan, dan selaku Pemberi Kerja, PT Angkasa Pura II (Persero) wajib membayar iuran kepada DAPENDA yang besarnya ditetapkan berdasarkan perhitungan aktuaria.

DataUlang

Setiap Peserta Purnabhakti berhak atas Manfaat Pensiun yang ditetapkan berdasarkan Pasal 36 Peraturan Dana Pensiun (PDP) dari Dana Pensiun Angkasa Pura II, dan setiap Peserta Purnabhakti berkewajiban menyampaikan/mengirimkan kembali Data Ulang Kepesertaan kepada DAPENDA setiap 1 tahun sekali (Pasal 30 Ayat (6) PDP).

Prinsip kehati-hatian dalam mengelola investasi, merupakan hal mutlak yang menjadi pedoman utama setiap jajaran Pengurus dan Pegawai DAPENDA. Kami menghimpun informasi sebanyak-banyaknya dari berbagai sumber terpercaya sebagai salah satu upaya kehati-hatian DAPENDA dalam memutuskan berinvestasi di Pasar Uang dan Pasar Modal.

Guna peningkatan Rasio Kecukupan Dana untuk menjamin pembayaran manfaat pensiun dan meringankan beban Pendiri, strategi investasi yang matang, optimalisasi portofolio investasi sesuai Arahan Investasi, serta pemanfaatan teknologi dan profesionalisme Sumber Daya Manusia, menjadi bagian penting dalam pengembangan hasil investasi.

Semua yang kami lakukan pada akhirnya adalah untuk mencapai satu tujuan, yaitu memberi nilai dan makna pada kehidupan para Purnabhakti PT Angkasa Pura II (Persero), yang merupakan amanah dan alasan utama keberadaan DAPENDA.

February 13, 2013
February 13, 2013
February 13, 2013
February 13, 2013
TOP