LOADING0
MANFAAT PENSIUN SEKALIGUS 20%….AMBIL ATAU TIDAK YAA?
MANFAAT PENSIUN SEKALIGUS 20%….AMBIL ATAU TIDAK YAA?
October 16, 2014
1639 Views

Ketika anda akan memasuki usia pensiun, sering kita dengar istilah “Manfaat Sekaligus 20%” atau banyak juga orang yang keliru dengan mengatakan bahwa ada pinjaman yang diberikan oleh dana pensiun kepada peserta yang akan memasuki usia pensiun. Istilah ini menjadi semakin kabur karena ditafsirkan secara sepihak oleh masih-masih orang sesuai kepentingannya. Jadi sebenarnya apa yang dimaksud dengan Manfaat Pensiun Sekaligus 20%.

Berdasarkan Pasal 42 ayat (2) Peraturan Dana Pensiun dari Dana Pensiun Angkasa Pura II dinyatakan bahwa “Berdasarkan pilihan Peserta pada saat Peserta berhenti bekerja atau bagi janda/duda atau bagi anak pada saat Peserta tewas, untuk menerima pembayaran secara sekaligus sebanyak-banyaknya 20% (dua puluh persen) dari Nilai Sekarang dari Manfaat Pensiun.

Sesuai ketentuan tersebut, maka dapat kita uraikan bahwa Manfaat Sekaligus adalah manfaat yang diberikan oleh dana pensiun dan dibayarkan secara sekaligus sebesar-besarnya 20% dari keseluruhan manfaat yang akan diterima berdasarkan perhitungan tertentu. Persoalan yang muncul kemudian adalah perlukah kita mengambil manfaat sekaligus tersebut atau tidak?

Ketika seorang Peserta memutuskan untuk mengajukan permohonan pengambilan manfaat sekaligus, harus disadari bahwa konsekuensinya adalah manfaat yang akan diterimanya setiap bulan hanya sebesar 80% dari yang seharusnya diterima. Sebagai ilustrasi saja, jika A mengajukan manfaat sekaligus 20% ia menerima manfaat bulanan hanya Rp. 1.600.000,- sedangkan jika tidak mengajukan maka ia menerima manfaat bulanan Rp. 2.000.000,-. Lalu sampai kapan manfaat tersebut akan diterima sebesar itu? Manfaat akan diterima sebesar itu sampai ada kenaikan pada setiap awal tahun sebesar 5% dari Manfaat terakhir yang diterima. Karena hakekat manfaat sekaligus 20% bukanlah utang melainkan pengambilan di muka atas sebagian manfaat pensiun, maka sisa manfaat pensiun sebesar 80% berlangsung seterusnya sampai pensiun berakhir.

Jadi jika Bapak atau Ibu mengajukan pengambilan manfaat sekaligus 20%, berarti kenaikannya dihitung 5% x Rp. 1.600.000,- = Rp 80.000,- . Sedangkan bagi Bapak atau Ibu yang tidak mengambil manfaat sekaligus kenaikannya adalah 5% x Rp. 2.000.000,- atau setara dengan Rp. 100.000,-. Jika di total maka manfaat bulanan yang akan diterima oleh bapak atau Ibu Rp. 1.680.000,- (jika mengajukan MP sekaligus 20%) berbanding Rp. 2.100.000,- (jika tidak mengajukan MP sekaligus 20%). Jika dengan MP sebesar Rp. 2.100.000,- saja kita belum merasa cukup apalagi jika hanya Rp. 1.680.000,-?

Melihat uraian di atas, masih inginkah kita mengajukan pengambilan manfaat sekaligus 20%?

Bersyukurlah kita sebagai karyawan di PT Angkasa Pura II yang begitu besar kepeduliannya terhadap kesejahteraan karyawannya. Bentuk kepedulian itu dapat terlihat dari adanya beberapa jaminan yang diberikan oleh perusahaan kepada pegawainya yang akan memasuki usia pensiun. Jaminan-jaminan tersebut antara lain; Tunjangan Hari Tua (THT), Jaminan Hari Tua (JHT) dari Jamsostek, Uang Perumahan akhir masa tugas yang kesemuanya dibayar sekaligus serta uang pensiun bulanan yang diberikan setiap bulan sesuai ketentuan yang berlaku. Kalau kita kumpulkan uang tersebut, tentunya tidak sedikit jumlahnya.

Perlu kita sadari bahwa sudah menjadi sifat dasar manusia ketika memiliki banyak uang, maka akan semakin besar pula keinginannya. Ada yang ingin ganti mobil, ada juga yang membeli berbagai peralatan rumah tangga dan tak sedikit yang bersenang-senang dengan cara rekreasi ke berbagai tempat wisata baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Semuanya sah-sah saja sepanjang dana yang dimiliki memang memadai. Namun yang harus diingat adalah bahwa kehidupan masih akan terus berjalan entah sampai kapan. Bukankah lebih bijaksana bilamana kita simpan sebagai bekal menempuh perjalanan panjang nanti.

Kita semua pasti berharap bahwa selepas masa kerja di Angkasa Pura II ingin hidup bahagia dan sejahtera. Bukan semata bahagia karena telah selesai melaksanakan pengabdiannya di perusahaan, namun juga karena secara materi kita semua memiliki kemampuan yang cukup untuk dapat memenuhi kebutuhan hidup selanjutnya selepas masa kerja. Alangkah senangnya kita jika mendengar kabar rekan kerja kita yang sudah berusia di atas 60 tahun dan masih tetap sehat baik secara fisik maupun ekonomi/materi. Tetapi jika yang terjadi sebaliknya, maka alangkah sedihnya kita.

Oleh karena itu di akhir tulisan ini kami ingin berikan sedikit saran sebagai bahan pertimbangan bagi para Peserta Aktif yang akan memasuki usia pensiun. Jika pengambilan manfaat sekaligus direncanakan untuk menambahkan modal usaha yang sudah diperhitungkan untung/ruginya, maka jika akan diambil mudah-mudahan akan bermanfaat. Namun jika pengambilan manfaat sekaligus tidak direncanakan penggunaannya dengan baik atau hanya untuk memenuhi kebutuhan yang bersifat konsumtif, apalagi jika masih memiliki anak-anak usia sekolah yang memerlukan biaya untuk menyelesaikan sekolahnya, maka sebaiknya tidak mengajukan permohonan pengambilan manfaat sekaligus tersebut.

Semua berpulang kepada Bapak/Ibu Peserta Aktif yang akan memasuki usia pensiun, karena semua pilihan yang akan diambil memiliki konsekuensi logis yang harus dipikul. Harapan kami Bapak/Ibu dapat lebih bijaksana dalam mengambil keputusan ini. Jangan sampai kesenangan sesaat yang dirasakan berakibat panjangnya keprihatinan hidup selanjutnya. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa membimbing kita semua dalam menentukan pilihan jalan yang akan kita lalui…. amiiin. (FI)

October 21, 2016
TOP