LOADING0
Peternak Bebek Berdasi Dari Kecamatan Petir Tangerang
Peternak Bebek Berdasi Dari Kecamatan Petir Tangerang
April 4, 2013
1639 Views

INSPIRING PROFILE:

“Berhati-hatilah dalam mengelola keuangan setelah memasuki masa pensiun, janganlah bekerjasama dengan pihak lain yang kita belum kenal apalagi mempertaruhkan segala modal kita kedalam suatu usaha yang kita belum memahami seluk-beluknya secara mendalam. Bila ingin mencoba untuk memiliki usaha secara mandiri, mulailah dengan modal yang kecil terlebih dahulu, karena bagaimanapun usaha yang kita miliki, tanpa usaha yang cermat dan ketekunan, tentunya tidak akan berhasil, dan jangan lupa untuk selalu berdoa kepada Yang Maha Kuasa demi kelancaran usaha kita”.

Begitulah kira-kira pesan yang ingin disampaikan oleh Bapak Drs. H. Kasidi, salah satu tokoh inspiring profile kita ini. Kesan hangat dan selalu ramah serta santun dalam berbicara segera kami rasakan saat mewawancarai beliau untuk menggali lebih dalam tentang usaha di bidang peternakan khususnya ternak bebek yang sudah dijalaninya selama 2 tahun lebih tersebut.

Sebenarnya telah banyak bidang usaha yang dijalani beliau sebelum mendalami usaha peternakan bebek tersebut, diantaranya adalah usaha restoran, properti, bahkan beliau memiliki rumah kontrakan serta kos-kosan, tetapi akhirnya beliau memutuskan untuk menghentikan usahanya di bidang restoran dan properti agar dapat lebih fokus kepada usaha rumah kontrakan serta kost-kostan yang cukup menghasilkan dimana penghasilan bersihnya bisa mencapai ± Rp 8.000.000,-/bulan.

Pada pertengahan tahun 2008, diinspirasi oleh keberhasilan rekannya dalam menjalani usaha peternakan bebek, dengan modal ± Rp 30.000.000,- beliau memulai usahanya menjadi “Peternak Bebek Berdasi” di dekat rumahnya di daerah Cipondoh Tangerang.

Ternyata menjadi “Peternak Bebek Berdasi” tidaklah semudah yang dibayangkan, banyak kendala dan rintangan yang menghadang beliau sehingga mengalami kerugian. Bermodalkan keteguhan hati dan kecermatan dalam melihat peluang serta tentunya dukungan penuh dari pihak keluarga terutama sang istri tercinta Ibu Hj. Nilawaty, beliau akhirnya mantap merubah visi usahanya dari semula hanya menjadi “Peternak Bebek Berdasi” menjadi usahawan di bidang bebek, dari mulai memberi bantuan modal secara lunak kepada peternak bebek, penjualan pakan bebek kepada peternak hingga distributor telur bebek berkualitas bagus.

Ternyata kecermatan beliau dalam merubah usahanya mulai menampakkan hasil, usahanya berjalan dengan lancar, bahkan tidak jarang permintaan konsumen akan telur bebek berkualitas tidak dapat dipenuhi sepenuhnya. Melihat usahanya yang berkembang pesat, pada pertengahan tahun 2010 beliau memberanikan diri untuk meminjam modal kepada bank sebesar Rp 30.000.000,- untuk perluasan usahanya.

Omzet usaha bebeknya saat ini mencapai ± Rp 1.000.000,-/hari dengan keuntungan bersih dapat mencapai hingga ± Rp 7.500.000,-/bulan. Beliau juga menjelaskan lebih lanjut bahwa usaha bebeknya ini tidak menyita banyak waktu sehingga beliau masih dapat meluangkan waktunya untuk menyalurkan hobi bermain golfnya secara teratur.

Tak adil rasanya kalau kita hanya melihat sisi keberhasilannya saja. Kakek 3 orang cucu ini yang terkenal ulet ini, pernah juga mengalami kerugian walaupun tidak besar. Hal itu terjadi ketika menjelang lebaran tiba, dimana pasokan pakan ternak sukar didapat akibat banyaknya pemasok yang pulang kampung. Jika demikian, maka bebekpun sedikit sekali bertelur dan bahkan terancam mati.

Berbekal pengalaman itu, Pak Kasidi merubah strategi beternaknya. Jika menjelang lebaran, ia tidak lagi menjual telur tetapi menjual bebeknya terutama yang sudah agak tua. Setelah lewat masa lebaran, ia kembali membeli bebek-bebek muda yang masih produktif untuk bertelur.

Wah, ternyata semudah apapun usaha yang dilakukan, harus diketahui ilmunya. Sebab jika tidak memiliki pengetahuan yang cukup tentang usaha yang kita geluti, maka sulit bagi kita untuk dapat mengembangkan usaha itu. Salah-salah malah bisa terus merugi dan gulung tikar.

Setelah cukup lama kami berbincang, kamipun mohon diri. Dan sebelum kami meninggalkan rumah beliau, kami sempat mengunjungi lokasi peternakan bebeknya yang terletak lebih kurang 1,5 km dari rumahnya. Ayoo siapa lagi yang mau mengikuti jejak usaha Pak Kasidi. (FI)

TOP