LOADING0
Sukoadi: Hobby Yang Berubah Menjadi Bisnis Menguntungkan
Sukoadi: Hobby Yang Berubah Menjadi Bisnis Menguntungkan
April 4, 2013
1639 Views

INSPIRING PROFILE

Hobby kadangkala dapat membuat orang lupa, mereka dapat menghamburkan sekian rupiah demi hobby mereka, bahkan ada yang sampai habis-habisan demi hobby tersebut. Padahal bila dapat mensiasatinya dengan lebih cermat, kita dapat tetap menyalurkan hobby kita tanpa harus mengorbankan yang lain. Bahkan hobby juga dapat menjadi ladang bisnis yang menguntungkan dengan perencanaan yang matang serta didukung dengan usaha keras dan doa.

Pada kesempatan kali ini, DAPENDA berhasil mewawancarai tokoh Inspiring Profile kita, pensiunan PT Angkasa Pura II (Persero) yang telah pensiun sejak bulan November tahun 2003, beliau adalah bapak Sukoadi.

Awal kesuksesan beliau memiliki usaha tempat pemancingan berawal sejak tahun 2005. Saat itu beliau mengikuti pelatihan bagi para purna bhakti PT AP II. Dalam pelatihan tersebut, salah seorang instruktur pelatihan memberikan salah satu kunci sukses dalam mengembangkan usaha, yaitu “kembangkanlah usaha dari hobby yang dimiliki”.

Berdasarkan filosofi tersebut, bapak Sukoadi yang memang memiliki hobi memancing sejak usia muda memantapkan diri untuk memulai usaha kolam pemancingan. Kebetulan beliau memiliki lahan seluas ± 1 Ha di Desa Tanjakan Rajeg, Kecamatan Rajeg Tangerang Utara yang cukup potensial untuk dijadikan kolam pemancingan. Dengan modal awal sebesar ± Rp 30 juta yang didapat dari Pembinaan Koperasi & Bina Lingkungan PT AP II (PKBL PT AP II, sekarang menjadi Small, Medium Enterprise Community Development/SMECD), dibangunlah 1 kolam pancing untuk umum yang dikelola secara swakelola.

Seiring waktu, dengan pengelolaan yang baik, Pak Sukoadi dapat memperluas usahanya, dari yang semula 1 kolam pancing menjadi 7 kolam pancing dengan berbagai macam ikan yang dapat dipancing, dari mulai ikan mas, nila, lele, bawal sampai ikan gurame. Di kolam pancing tersebut juga dibuka warung makan sederhana untuk mengakomodir kebutuhan para pemancing saat memancing, khususnya permintaan minuman dan snack-snack ringan.

Kolam pancing tersebut mengusung tema ‘pemancingan rekreasi’, tidak hanya pemancing profesional saja yang memancing disana, akan tetapi orang yang ingin mengajak keluarganya untuk memancing, dapat datang dengan tangan kosong, karena segala kebutuhan untuk memancing tersedia. Anda dan keluarga cukup datang dan menyewa pancing sesuai dengan jumlah orang yang ingin memancing. Sistem pembayaran pancingnya adalah sistem kiloan, berapa kilo ikan yang terpancing, itulah yang hanya anda bayar. Bila tidak mendapat ikan sama sekali, anda tidak perlu membayar uang sepeserpun, kecuali bila anda memesan minum ataupun snack ringan.

Dari usaha kolam pancing tersebut, bapak Sukoadi dapat mempekerjakan 15 orang yang merupakan orang-orang dari lingkungan sekitar. Sekarang kolam pancing tersebut dikelola oleh anak bapak Sukoadi dengan supervisi langsung dari beliau.

Kedepan, bapak Sukoadi mempunyai rencana terhadap kolam pemancingannya. Rencananya adalah perluasan kolam, membuka restoran serta ruang serba guna yang dapat menampung kegiatan serbaguna. (DK)

TOP