LOADING0
The Silent Thief, Pencuri Massa Pada Tulang Anda
The Silent Thief, Pencuri Massa Pada Tulang Anda
January 9, 2014
1639 Views

Kali ini penulis akan membahas masalah tulang yang seringkali dibicarakan baik di seminar kedokteran, seminar kesehatan bahkan sering didengungkan melalui iklan di media saat ini. Tulang seperti yang sudah diajarkan pada kurikulum pelajaran biologi sewaktu sekolah dahulu mempunyai susunan utama yang mengandung kalsium fosfor dan protein (Kolagen).

Semakin bertambah tua, tulang akan tetap keras dan kuat. Tetapi dengan bertambahnya usia dan nutrisi untuk tulang yang tidak dihiraukan akan timbul risiko Osteoporosis.

Apakah Osteoporosis itu?

Keropos tulang atau sering disebut Osteoporosis adalah penyakit yang ditandai dengan penurunan kepadatan tulang, di mana tulang menjadi berpori. Tulang itu sendiri terlihat masih normal, namun massa tulang yang mengisi jaringan tulang berkurang.  Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Osteoporosis bukan hanya berkurangnya massa tulang, tetapi juga  terjadi penurunan kekuatan tulang.

Osteoporosis meningkatkan risiko patah tulang, terutama dari pinggul, pergelangan tangan dan tulang belakang. Hal ini terjadi karena kurangnya pembentukan tulang baru atau peningkatan penyerapan kembali tulang lama.

Osteoporosis biasanya disebabkan oleh:

  1. Kekurangan hormon dalam tubuh (pada wanita kekurangan hormon estrogen karena menopause akan memepercepat proses pengeroposan tulang dan pada pria kekurangan hormon androgen)
  2. Kekurangan kalsium dan vitamin D (kurangnya asupan kalsium dan asupan vitamin D di dalam tubuh, dapat menyebabkan Osteoporosis. Vitamin D dapat membantu penyerapan kalsium pada tulang)
  3. Beberapa penyebab yang lain seperti kanker tulang yang dapat menyebabkan berkurangnya kepadatan tulang, kurangnya latihan fisik atau olahraga, faktor keturunan, lamanya penggunaan obat obatan steroid jangka panjang, malnutrisi atau karena penyakit hati, ginjal, diabetes melitus dan gangguan pencernaan.
  4. Selain itu, Osteoporosis rentan terjadi pada perokok, peminum alkohol dan kafein secara berlebih.

Pengobatan langsung untuk Osteoporosis sampai sekarang memang belum ada. Tetapi jika sudah terjadi patah tulang karenanya, pengobatan yang dapat dilakukan adalah menghilangkan rasa nyeri dan stabilisasi tulang.

Penulis percaya bahwa sedia payung sebelum hujan lebih baik dari pada ketika hujan membeli payung.  Untuk itu penulis mencoba memberikan beberapa tips untuk mencegah Osteoporosis dan mempertahankan tulang yang sehat.

Berikut adalah beberapa tips yang penulis sadur dari beberapa sumber:

 Makanan-mengandung-kalsium1. Diet dengan hanya makan makanan yang banyak mengandung kalsium seperti keju, sayuran hijau (brokoli dan sayur bayam), sereal, kerang, sarden, ikan tuna, ikan salmon dan teri.

Minum susu dengan kadar kalsium tinggi minimal 1 minggu sekali juga dipercaya dapat memberikan asupan kalsium yang cukup bagi tubuh.

Menurut pakar gizi klinik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dr Fiastuti Witjaksono, SpGK, baik susu maupun suplemen sama-sama bisa menambah asupan kalsium dalam tubuh. Terlebih jika susu yang dikonsumsi adalah susu dengan fortifikasi penambahan kalsium.

Fiastuti mengatakan, susu tanpa fortifikasi saja mengandung sekitar 300 mg kalsium dalam satu gelas. Jika sudah difortifikasi kalsiumnya bisa mencapai 500-600 mg satu gelasnya sedangkan kalsium dari suplemen kandungannya bervariasi dari 500-800 mg.

Hanya saja, kata Fiastuti, untuk mencegah osteoporosis, tubuh tidak hanya membutuhkan kalsium saja, tetapi juga vitamin D dan mineral-mineral lainnya. Maka terkadang suplemen yang isinya hanya kalsium tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan itu.

Sedangkan makanan yang terbuat dari kedelai seperti tempe dan tahu, sangat bermanfaat untuk mempertahankan kepadatan tulang.

  1. Latihan fisik yang cukup (olahraga atau latihan fisik dapat meningkatkan stamina, kekuatan dan postur tubuh, meningkatkan fleksibilitas dan keseimbangan, sehingga membantu mencegah keroposnya tulang)
  2. Lakukan gaya yang hidup sehat seperti hentikan asupan alkohol, karena alkohol dapat mencegah penyerapan kalsium dalam tulang, berhenti merokok karena merokok dapat meningkatkan fraktur tulang di usia tua, serta jauhi steroid.
  3. Konsumsi suplemen diperlukan jika asupan kalsium dan vitamin D3 kurang di dalam tubuh.
  4. Sering terkena sinar matahari pagi hari ± 15 menit.

Osteoporosis biasanya banyak dialami wanita, namun tidak menutup kemungkinan terjadi pada laki-laki. Yang lebih mengkhawatirkan dari penyakit ini karena terjadi secara diam-diam sehingga banyak orang yang tidak menyadari bahwa ia sudah menderita pengeroposan tulang sehingga sering disebut sebagai silent thief. Untuk itu ada baiknya selalu melakukan hidup sehat dengan mengkonsumsi makan yang baik bagi tulang.

Demikian artikel kesehatan untuk kali ini, semoga tetap sehat, bugar dan semangat Wink

Sumber : Berbagai sumber.

TOP